BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Kamis, 06 Agustus 2009

Pergi dengan cinta

Jumat, 07/08/2009 10:47 WIB
Mbah Surip dan Rendra Menutup Usia dengan Cinta
Anwar Khumaini - detikNews

Jakarta - Sahabat akan selalu sehati, meski kadang ada riak-riak kecil menghalang. Begitulah ungkapan yang sepertinya pantas disandang oleh dua sahabat seprofesi, Mbah Surip dan WS Rendra. Keduanya akhirnya meninggal dunia dalam waktu yang tak jauh beda dengan sama-sama mengungkapkan kata cinta.
Mbah Surip meninggal dunia pada 4 Agustus lalu akibat serangan jantung, sedangkan WS Rendra meninggal Kamis (6/8/2009) malam akibat menderita penyakit yang tak jauh beda, jantung koroner.
Kesamaan lain, Mbah Surip menjelang ajal menjemput selalu mengatakan 'I love you full', kalimat yang akhir-akhir ini menjadi booming di khalayak. Sementara Rendra, juga mengungkapkan kata-kata cinta menjelang hari kematian. Ungkapan rasa cinta itu dia sampaikan melalui sebuah puisi saat dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Depok, Jawa Barat.
Namun kata-kata cinta Rendra dia tujukan kepada Sang Khalik, Tuhan pencipta alam semesta. "Tuhan, aku cinta pada-Mu", begitulah bunyi penggalan puisi yang dia ciptakan 31 Juli 2009 lalu.
Mbah Surip dan WS Rendra memang sahabat dekat. Atas anjuran WS Rendra, Mbah Surip akhirnya dimakamkan di Bengkel Teater miliknya, meski Mbah Surip sendiri juga menginginkan hal itu.
Beberapa hari sebelum dirinya meninggal, Mbah Surip menyempatkan diri menjenguk Rendra yang terbaring di rumah sakit. Waktu itu Mbah Surip sudah menunjukkan firasat bahwa dia akan berpulang.
"Sepertinya nanti saya duluan (meninggal)," kata Mbah Surip saat menjenguk Rendra. Hal ini diucapkan oleh teman dekat Mbah Surip. Mamik 'Srimulat' Prakoso dalam sebuah wawancara di salah satu TV swasta.
WS Rendra pun juga pernah menjadi bintang iklan lagu 'Tak Gendong' karya Mbah Surip versi awal. Di Youtube, kita bisa dengan mengakses gambar dua sahabat itu dalam klip lagu yang membawa Mbah Surip menjadi milyarder dadakan.
Sebulan sebelum Mbah Surip tiada, WS Rendra melalui orang dekatnya, Kalong mengundang sesama seniman, termasuk Mbah Surip untuk menghadiri pengajian di Bengkel Teater. Mbah Surip yang kala itu tidak bisa hadir cuma memberi jawaban via SMS.

"Salam damai doa untuk Si Burung Merak Nusantara" demikian isi dalam pesan singkat itu tertanggal 18 Juli 2009.
Rendra juga sering mengingatkan kepada Kalong untuk membersihkan lingkungan areal pemakaman.
"Tak tahu firasat apa yang dirasakan Rendra. Tiap saya jenguk dia selalu mengatakan itu. Ya saya selalu jawab, sudah dibersihkan. Rumput-rumput juga sudah saya babat," kata Kalong di makam Mbah Surip di kompleks Bengkel Teater, Cipayung, Citayam, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/8/2009) lalu.

Selamat jalan dua sahabat sejati..

(anw/gah)

Senin, 03 Agustus 2009

KOMANDO BELA RAKYAT INDONESIA: Warga Papua Demo Anti Freeport

KOMANDO BELA RAKYAT INDONESIA: Warga Papua Demo Anti Freeport

Minggu, 02 Agustus 2009

Pidato Obama di Cairo 4 Juni 2009 (terjemahan)


Menyimak Pidato Obama di Cairo 4 Juni 2009 (terjemahan)

PRESIDEN OBAMA: Terima kasih. Selamat siang. Saya merasa terhormat untuk berada di kota Kairo yang tak lekang oleh waktu, dan dijamu oleh dua institusi yang luar biasa. Selama lebih seribu tahun, Al Azhar telah menjadi ujung tombak pembelajaran Islam, dan selama lebih seabad, Universitas Kairo telah menjadi sumber kemajuan Mesir. Bersama, anda mewakili keselarasan antara tradisi dan kemajuan. Saya berterima kasih atas keramahan anda, dan keramahan rakyat Mesir. Dan saya juga bangga untuk membawa bersama saya niat baik rakyat Amerika, dan salam perdamaian dari warga muslim di negara saya: “assalamu’alaikum” .
Kita bertemu pada saat ada ketegangan besar antara Amerika Serikat dan warga Muslim seluruh dunia – ketegangan yang berakar pada kekuatan-kekuatan sejarah yang melampaui setiap perdebatan kebijakan yang kini berlangsung. Hubungan antara Islam dan Barat selama ini mencakup berabad-abad koeksistensi dan kerja sama, tapi juga konflik dan perang-perang bernuansa agama. Akhir-akhir ini, ketegangan muncul akibat kolonialisme yang menyangkal hak dan peluang bagi banyak warga Muslim, serta sebuah Perang Dingin yang membuat banyak negara dengan mayoritas penduduk Muslim diperlakukan sebagai boneka tanpa mengacuhkan aspirasi mereka sendiri. Lebih jauh lagi, perubahan besar yang dibawa modernitas dan globalisasi membuat banyak Muslim menilai Barat bersikap memusuhi tradisi Islam. Kalangan ekstrimis yang keras telah mengeksploitasi ketegangan-ketegang an yang ada dalam segmen kecil namun merupakan minoritas kuat di kalangan Muslim ini. Serangan pada tanggal 11 September 2001 dan upaya berkelanjutan dari kalangan ekstrimis ini untuk menyerang warga sipil telah membuat sebagian kalangan di negara saya untuk menilai Islam tidak saja memusuhi Amerika dan negara-negara Barat, tapi juga hak asasi manusia. Semua ini telah memupuk rasa takut dan lebih banyak rasa tidak percaya. Selama hubungan kita ditentukan oleh perbedaan-perbedaan kita, kita akan memperkuat mereka yang menyebarkan kebencian bukan perdamaian, mereka yang mempromosikan konflik bukan kerja sama yang dapat membantu semua rakyat kita mencapai keadilan dan kemakmuran. Lingkaran kecurigaan dan permusuhan ini harus kita akhiri. Saya datang ke Kairo untuk mencari sebuah awal baru antara Amerika Serikat dan Muslim diseluruh dunia, berdasarkan kepentingan bersama dan rasa saling menghormati – dan didasarkan kenyataan bahwa Amerika dan Islam tidaklah eksklusif satu sama lain, dan tidak perlu bersaing. Justru keduanya bertemu dan berbagi prinsip-prinsip yang sama – yaitu prinsip-prinsip keadilan dan kemajuan; toleransi dan martabat semua umat manusia. Saya mengakui bahwa perubahan tidak dapat terjadi dalam semalam. Saya tahu sudah banyak pemberitaan mengenai pidato ini, tetapi tidak ada satu pidato tunggal yang mampu menghapus ketidakpercayaan yang terpupuk selama bertahun-tahun, dan saya pun tidak mampu dalam waktu yang saya miliki siang ini menjawab semua pertanyaan rumit yang membawa kita ke titik ini. Tapi saya percaya bahwa supaya kita bisa melangkah maju, kita harus secara terbuka mengatakan kepada satu sama lain hal-hal yang ada dalam hati kita, dan yang seringkali hanya diungkapkan di belakang pintu tertutup. Harus ada upaya yang terus menerus dilakukan untuk mendengarkan satu sama lain; untuk belajar dari satu sama lain; untuk saling menghormati, dan untuk mencari persamaan. Sebagaimana kitab suci Al Qur’an mengatakan, “Ingatlah kepada Allah dan bicaralah selalu tentang kebenaran.” (Tepuk tangan.) Ini yang saya akan coba lakukan hari ini – untuk berbicara tentang kebenaran sebaik kemampuan saya, dengan direndahkan hati oleh tugas di depan kita, dan dengan keyakinan bahwa kepentingan yang sama-sama kita miliki sebagai umat manusia jauh lebih kuat daripada kekuatan-kekuatan yang memisahkan kita. Nah, sebagian dari keyakinan ini berakar dari pengalaman saya pribadi. Saya penganut Kristiani, tapi ayah saya berasal dari keluarga asal Kenya yang mencakup sejumlah generasi penganut Muslim. Sewaktu kecil, saya tinggal beberapa tahun di Indonesia dan mendengar lantunan adzan di waktu subuh dan maghrib. Ketika pemuda, saya bekerja di komunitas-komunitas kota Chicago yang banyak anggotanya menemukan martabat dan kedamaian dalam keimanan Islam mereka. Sebagai pelajar sejarah, saya juga mengetahui peradaban berhutang besar terhadap Islam. Adalah Islam – di tempat-tempat seperti Universitas Al-Azhar – yang mengusung lentera ilmu selama berabad-abad, dan membuka jalan bagi era Kebangkitan Kembali dan era Pencerahan di Eropa. Adalah inovasi dalam masyarakat Muslim – (tepuk tangan) -- yang mengembangkan urutan aljabar; kompas magnet dan alat navigasi; keahlian dalam menggunakan pena dan percetakan; dan pemahaman mengenai penularan penyakit serta pengobatannya. Budaya Islam telah memberikan kita gerbang-gerbang yang megah dan puncak-puncak menara yang menjunjung tinggi; puisi-puisi yang tak lekang oleh waktu dan musik yang dihargai; kaligrafi yang anggun dan tempat-tempat untuk melakukan kontemplasi secara damai. Dan sepanjang sejarah, Islam telah menunjukkan melalui kata-kata dan perbuatan bahwa toleransi beragama dan persamaan ras adalah hal-hal yang mungkin. – (tepuk tangan) Saya juga tahu bahwa Islam selalu menjadi bagian dari riwayat Amerika. Negara pertama yang mengakui negara saya adalah Maroko. Saat menandatangani Perjanjian Tripoli pada tahun 1796, presiden kedua kami John Adams menulis, “Amerika Serikat tidaklah memiliki karakter bermusuhan dengan hukum, agama, maupun ketentraman umat Muslim.” Dan sejak berdirinya negara kami, umat Muslim Amerika telah memperkaya Amerika Serikat. Mereka telah berjuang dalam perang-perang kami, bekerja dalam pemerintahan, memperjuangkan hak-hak sipil, mengajar di perguruan-perguruan tinggi kami, unggul dalam arena-arena olah raga kami, memenangkan Hadiah Nobel, membangun gedung-gedung kami yang tertinggi, dan menyalakan obor Olimpiade. Dan ketika warga Muslim-Amerika pertama terpilih sebagai anggota Kongres belum lama ini, ia mengambil sumpah untuk membela Konstitusi kami dengan menggunakan Al Quran yang disimpan oleh salah satu Bapak Pendiri kami – Thomas Jefferson – di perpustakaan pribadinya. (tepuk tangan) Jadi saya telah mengenal Islam di tiga benua sebelum datang ke kawasan tempat agama ini pertama kali diturunkan. Pengalaman tersebut memandu keyakinan saya bahwa kemitraan antara Amerika dan Islam harus didasarkan pada apakah Islam itu, bukan pada apakah yang bukan Islam. Dan saya menganggap ini adalah bagian dari tanggung jawab saya sebagai Presiden Amerika Serikat untuk memerangi stereotip negatif tentang Islam di mana pun munculnya. (tepuk tangan) Tapi prinsip yang sama harus diterapkan pada persepsi tentang Amerika. (tepuk tangan) Seperti halnya umat Muslim tidak sesuai dengan stereotip yang mentah, Amerika juga bukan stereotip mentah tentang sebuah kerajaan yang hanya punya kepentingan sendiri. Amerika Serikat telah menjadi salah satu sumber kemajuan terbesar yang dikenali dunia. Kami lahir akibat revolusi melawan sebuah kerajaan. Kami didirikan berdasarkan sebuah ide bahwa semua orang diciptakan sama, dan kami telah menumpahkan darah dan berjuang selama berabad-abad untuk memberikan arti kepada kata-kata tersebut – di dalam batas negara kami, dan di sekeliling dunia. Kami terbentuk oleh setiap budaya, yang datang dari setiap sudut bumi, dan berdedikasi pada sebuah konsep sederhana: E pluribus unum: “Dari banyak menjadi satu”. Banyak yang telah dikatakan mengenai fakta bahwa seorang Amerika keturunan Afrika dengan nama Barack Hussein Obama dapat terpilih sebagai presiden. (tepuk tangan) Tapi kisah pribadi saya bukanlah sesuatu yang unik. Mimpi akan kesempatan bagi semua belumlah terwujud bagi setiap orang di Amerika, tapi janji itu diberikan bagi semua yang datang ke pantai kami – termasuk hampir tujuh juta warga Muslim Amerika di negara kami saat ini yang memiliki pendapatan dan pendidikan lebih tinggi dari rata-rata. (tepuk tangan) Lebih jauh lagi, kebebasan di Amerika tidaklah terpisahkan dari kebebasan memraktikkan agama. Itu sebabnya ada masjid di setiap negara bagian di negeri kami, dan ada lebih dari 1200 masjid di dalam batas negara kami. Itu sebabnya pemerintah Amerika telah maju ke pengadilan untuk membela hak wanita dan anak perempuan mengenakan hijab, dan untuk menghukum mereka yang mengingkarinya. (tepuk tangan) Jadi janganlah ada keraguan: Islam adalah bagian dari Amerika. Dan saya percaya bahwa Amerika memegang kebenaran dalam dirinya bahwa terlepas dari ras, agama, dan posisi dalam hidup, kita semua memiliki aspirasi yang sama – untuk hidup dalam damai dan keamanan; untuk memperoleh pendidikan dan untuk bekerja dengan martabat; untuk mengasihi keluarga kita, masyarakat kita, dan Tuhan kita. Ini adalah hal-hal yang sama-sama kita yakini. Ini adalah harapan dari semua kemanusiaan. Tentu saja, mengenali persamaan kemanusiaan kita hanyalah awal dari tugas kita. Justru ini adalah sebuah awal. Kata-kata saja tidak dapat memenuhi kebutuhan rakyat kita. Kebutuhan-kebutuhan itu baru terpenuhi jika kita bertindak berani di tahun-tahun mendatang; Dan kita harus bertindak dengan pemahaman bahwa tantangan-tantangan yang kita hadapi adalah tantangan bersama, dan kegagalan kita mengatasinya akan merugikan kita semua. Karena kita telah belajar dari pengalaman baru-baru ini bahwa ketika sistem keuangan melemah di satu negara, kemakmuran di mana pun ikut dirugikan. Ketika jenis flu baru menulari satu orang, semua terkena risiko. Ketika satu negara membangun senjata nuklir, risiko serangan nuklir bagi semua negara ikut naik. Ketika kelompok ekstrim keras beroperasi di satu rangkaian pegunungan, rakyat di seberang samudera pun ikut menghadapi bahaya. Dan ketika mereka yang tak bersalah di Bosnia dan Darfur dibantai, itu menjadi noda dalam nurani kita bersama. (tepuk tangan) Itulah artinya berbagi dunia di abad ke-21. Inilah tanggung jawab kita kepada satu sama lain sebagai umat manusia. Dan ini adalah tanggung jawab yang sulit diemban. Karena sejarah manusia telah merekam berbagai bangsa dan suku yang mencoba menaklukkan satu sama lain demi kepentingan sendiri. Tapi di era baru ini, sikap seperti itu justru akan mengalahkan diri sendiri. Karena saling ketergantungan kita, setiap tatanan dunia yang mengangkat satu bangsa atau sekelompok orang lebih tinggi dari yang lain pada akhirnya akan gagal. Jadi apa pun pikiran kita mengenai masa lalu, kita tidak boleh terperangkap olehnya. Masalah-masalah kita harus ditangani dengan kemitraan; kemajuan harus dibagi bersama. (tepuk tangan) Nah, itu tidak berarti kita tidak mengindahkan sumber-sumber ketegangan. Justru yang disarankan adalah sebaliknya: kita harus menghadapi ketegangan-ketegang an ini secara langsung. Dan dalam semangat ini, saya akan berbicara sejelas dan segamblang mungkin mengenai isu-isu spesifik yang saya percaya akhirnya harus kita hadapi bersama. Isu pertama yang harus kita hadapi adalah ekstrimisme keras dalam semua wujudnya. Di Ankara, saya telah menjelaskan bahwa Amerika tidak sedang – dan tidak akan pernah – berperang dengan Islam. (tepuk tangan) Kami akan, meski demikian, tak lelah-lelahnya melawan kelompok ekstrim keras yang mengancam serius keamanan kami. Karena kami menolak apa yang juga ditolak oleh semua orang beragama: yaitu pembunuhan laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tidak bersalah. Dan adalah tugas saya yang pertama sebagai Presiden untuk melindungi rakyat Amerika. Situasi di Afghanistan mendemonstrasikan sasaran-sasaran Amerika dan kebutuhan kita untuk bekerja sama. Lebih tujuh tahun lalu, Amerika Serikat mengejar Al Qaida dan Taliban dengan dukungan internasional yang luas. Kami tidak melakukannya karena ada pilihan, kami melakukannya karena perlu. Saya sadar bahwa sejumlah orang mempertanyakan atau membenarkan peristiwa serangan 11 September. Tapi mari kita perjelas: Al Qaida membunuh hampir 3000 orang pada hari itu. Para korban adalah kaum pria, wanita, dan anak-anak yang tidak bersalah dari Amerika dan banyak negara lain yang tidak berbuat apa-apa untuk melukai orang lain. Tapi Al Qaida memilih untuk dengan kejam membunuh mereka, mengklaim pujian atas serangan tersebut, dan bahkan sekarang menyatakan tekad mereka untuk membunuh lagi dalam skala sangat besar. Mereka memiliki kaki tangan di banyak negara dan sedang mencoba untuk memperluas jangkauan mereka. Ini bukan opini yang dapat diperdebatkan; ini adalah fakta yang harus dihadapi. Janganlah salah paham: kami tidak menginginkan tentara kami di Afghanistan. Kami tidak berencana mendirikan basis militer di sana.

Jumat, 31 Juli 2009

Pengakuan seorang anak


Profil Bapak Soekamto Djoyodiwiryo

Ketua Umum Komando Bela Rakyat Indonesia, Beliau adalah Bapak yang penuh bertanggung jawab, sebagai seorang pekerja keras, punya semangat yang membara untuk mengarungi kehidupan ini, khususnya dalam membela kepentingan rakyat dan Bangsa ini. Segala cara beliau mengupayakan cara untuk mencapai tujuan tersebut, melalui berbagai organisasi mensuarakan hati nuraninya hingga saat ini. Terus tanpa mengenal lelah. Untuk menghargai dan meneruskan pengorbanan dari para Pahlawan yang telah mendahului kita. Maka beliau bersama rekan-rekannya mendirikan Organisasi Komando Bela Rakyat Indonesia, sebagai salah satu wadah untuk menampung aspirasi rakyat ( bersambung pada lembar berikutnya )

Warga Papua Demo Anti Freeport

Pertambangan :

GB
Pendemo membawa spanduk hitam bertuliskan ‘Tutup PT Freeport Indonesia’.

Pendemo membawa spanduk hitam bertuliskan ‘Tutup PT Freeport Indonesia’.
DETIK.COM, Jumat 31/07/2009 13:23 WIB

Kamis, 30 Juli 2009

VISI dan MISI KOMANDO BELA RAKYAT INDONESIA


Visi : berjuang mempertahankan NKRI, PANCASILA dan UUD'45.
MISI : Memperjuangkan Kedaulatan Rakyat untuk mencapai Kesejahteraan Rakyat Indonesia, Demi menuju Indonesia Jaya!
SEKJEN DPP-KBRI. Novi Andries Wowor, SH.
Maju Terus Dengan Gagah Berani!!

GAIB GERAKAN ALAM INDONESIA BERSIH

GAIB Gerakan Alam Indonesia Bersih
Categories: Artikel, Dokumen Bersejarah, Jiwa Semangat Nilai-nilai 45, News and Opini
GAIB BERSAMA DESA MERAK

Kepada Yth Jakarta, 17 Juli 2009
Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)
Di Jakarta

Salam Sejahtera,
Menindaklanjuti pengaduan atas temuan (data) awal kasus korupsi yang disampaikan oleh GAIB (Gerakan Alam Indonesia Bersih) yang terdiri dari:
1. DESA MERAK (DEddy mizwar SAurip kadi MEngutamakan RAKyat)
2. ICW (Indonesia Corruption Watch)
3. SETARA INSTITUTE
4. PRODEM (Pro Demokrasi)
5. LPI (Lembaga Pemilih Indonesia),
6. FKPI (Forum Kepemimpinan Pemuda Indonesia)
7. KBRI (Komando Bela Rakyat Indonesia)
8. ION (Ikatan Orang Netral)
9. SEKBER GOLPUT INDONESIA
10. LAKEDA PAPUA,
11. PEMUDA MALUKU BERSATU,
12. IEW (Indonesia Election Watch)
13. FRI (Front Rakyat Indonesia),
14. FOKSNU (Forum Komunikasi Santri NU)
15. PARHESIA INSTITUTE
16. LSM JARAK (Jaringan Rakyat)

ditambah dengan beberapa organisasi lagi yaitu:

1. GERAMP (Gerakan Ekonomi Rakyat Merah Putih)
2. MTI (Masyarakat Transparansi Indonesia)
3. DIB (Dewan Integritas Bangsa)
4. GEMAR DEMO (Gerakan Masyarakat Untuk Demokrasi)
5. BOMB (Barisan Orang Muda Bersatu)
6. KAMPAK (Komite Aksi Mahasiswa & Pemuda Anti Korupsi)
7. REPDEM (Relawan Perjuangan Demokrasi)
8. KORAK (Koalisi Rakyat Anti Korupsi)
9. PERMAK (Perkumpulan Madani Anti Korupsi)
10. APKNI (Aliansi Perempuan Kemitraan Nasional Indonesia)
11. FAM UI (Front Aksi Mahasiswa Universitas Indonesia)
12. KOMIK (Komisi Orang Miskin Indonesia untuk Keadilan)
13. LAPASIP (Lembaga Pembela Hak-hak Sipil dan Politik)
14. RAKYAT BERGERAK
15. IDW (Indonesia Democracy Watch)
16. GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia)
17. JADEWA (Jakarta Development Watch)
18. PETROMINE WATCH INDONESIA (PWI)
19. KPHA (Komite Pengawas Hak Angket)
20. Barisan Penjaga Demokrasi
21. FINDTAS (Forum Indonesia Diambang Batas)
22. LSM GAPURA
23. GARAP (Gerakan Rakyat Peduli)
24. KSM (Konsultan Manajemen & Solusi)
25. LMP (Laskar Merah Putih)
26. LSM KMB (Keluarga Masyarakat Banten)
27. JARIKEBU (Jaringan Kebudayaan)
28. KBM (Keluarga Besar Marhaen)
29. JAMAN (Jaring Kemandirian Nasional)
30. SMarT Development & Financing
31. Eurocapital Peregrine Securities

bersama ini kami menambahkan bukti-bukti dan data-data yang kami anggap perlu untuk menunjang KPK agar dapat mengambil langkah yang tepat.

Data (temuan) yang kami maksud penting adalah sbb:


1. KORUPSI KPU:

LAPORAN BERSAMA Hasil Pengecekan DPT (Daftar Pemilih Tetap). Setelah proses pengecekan selama 12,5jam data pemilih yang berasal dari KPUD-KPUD seluruh Indonesia milik Kubu 1 & 3 dari 115 Kab/Kota dapat diselesaikan sekitar 70 Kab/Kota, ditemukan bahwa DPT milik KPU Pusat terbukti BELUM DIMUTAKHIRKAN. Laporan Bersama tersebut ditandatangani Tim Kampanye Kubu 1 dan 3 dan juga diakui dan ditandatangani (diakui) oleh ketua KPU. Implikasinya sbb:

Kemana alokasi anggaran untuk pemutakhiran data pemilih yang mencapai Rp 3,7Trilyun? (Terlampir). Walau dalam Laporan Bersama tersebut tidak memaparkan soal korupsi di KPU (soal anggaran pemutakhiran data pemilih dan anggaran IT), namun jelas pengakuan tentang amburadulnya DPT yang belum dimutakhirkan menjadi bukti otentik adanya korupsi dalam penyalahgunakan anggaran untuk tujuan terkait.

Tumpang tindih dengan alokasi anggaran IT dengan kinerja sistem komputerisasi yang tidak layak. Seharusnya perancangan (desain) sistem komputerisasi pemilu mencakup dari awal sampai akhir proses pemilu (mulai dari sensus pemilih sampai dengan pengumuman hasil penghitungan, dsb). Disamping hardware dan sewa fasilitas networknya. Namun alokasi mata anggaran IT ternyata ada tersendiri. Untuk apa saja? Hasilnya amburadul seperti itu?

Sebagai perbandingan komputerisasi pemilu di negara lain dilakukan dengan dukungan IT dan multimedia secara komprehensif dan bisa diikuti/ dipantau. Diakses oleh rakyat secara terbuka dari proses awal hingga akhir. Diawali dengan SENSUS melalui pilihan SMS/ TELEPON/ INTERNET/ Manual yang bisa dipantau daftar tiap daerah siapa saja yang sudah mendaftarkan diri setiap saat melalui channel khusus TV/ Internet/ SMS/ Telepon, demikian juga pada saat penghitungan lansung dari tiap TPS melaporkan via SMS/ Internet/ Telepon/ Rekaman Video Saksi yang ditayangkan LIVE di channel TV khusus/ Internet Web/ Server Suara/ SMS, sehingga setiap orang bisa mengecek dengan perolehan suara di TPS mereka masing-masing setiap saat..

2. KORUPSI KEBIJAKAN:

SURAT EDARAN MENKEU tentang perintah penundaan pembayaran sampai akhir semester I 2009. Terindikasi pemanfaatan cashflow untuk kepentingan alokasi lain, dalam yurisdiksi kewenangan eksekutif yang tidak terjangkau wewenang legislatif. (Terlampir).

Contoh: Dana yang digantung di satu Bank yaitu BRI semuanya (lewat SK MENKEU pengelolaan dana APBN satu atap di BRI dan SK MENKEU penundaan bayar tsb) diperuntukkan untuk pengembalian (restitusi pajak) dari tahun 2004 s/d 2008 yang dibayarkan secara akumulatif pada tahun 2009 berupa ”rekening fiktif” atau ”kolaboratif”. (Contoh terlampir).

Hutang berupa penerbitan Global MTN di Pasar New York sebesar USD3 Miliar dengan bunga 11,75% plus berbagai fee, selama 10 tahun, yang jelas bunga diatas ”rate” pasar uang pada saat tandatangan.

Hutang bersyarat (Conditional Loan) Government to Government (G to G) yang diperuntukkan program populis hambur-hambur uang rakyat seperti BLT, Bansos, Jamkesmas, Askeskin, BOS, PNPM, Raskin, Kompor Gas, dll. Di negara-negara lain di dunia, kebijakan semacam ini adalah darurat artinya setelah kebijakan infrastruktur, jaminan pasar, regulasi yang transparan, dukungan kredit, bantuan teknis (semua secara terpadu) sudah dilakukan namun masih tersisa adanya pengangguran atau orang miskin maka dikucurkanlah santunan welfare semacam program-program itu. Bukan sebaliknya, belum melakukan yang fundamental malah menghamburkan uang rakyat yang terindikasi untuk keperluan pemenangan pemilu.

3. KORUPSI INFORMASI:

Beberapa artikel pembuktian dengan data-data akurat mengenai kebohongan publik soal penurunan harga BBM 3 kali (realitasnya harga BBM di pasar global memang turun dan kalau dihitung rakyat masih mensubsidi lebih dari 1 Trilyun), realitas hutang luar negeri (kenaikan hutang 31% dibilang lunasi IMF), target pertumbuhan (tidak tercapai) dan inflasi (meningkat tajam), nilai rupiah dibanding dolar dan dibanding nilai matauang negara tetangga (Rupiah melemah terus), harga-harga sembako dan tarif utilitas (naik diatas 50-90%), angka kemiskinan (paradox). Pengkaburan istilah juga dilakukan misalnya: Hutang Luar Negeri disebut Bantuan Negara Donor. Penjualan aset negara disebut Efisiensi BUMN, dsb.

4. KORUPSI PASAR MODAL:

Bukti-bukti tambahan berupa print sms dan foto-foto dalam kasus korupsi pasar modal (Rudi Rusli vs Jodi Haryanto yang mengkait kepada penguasa).

Dengan dukungan bukti-bukti yang gamblang, alangkah naifnya jika KPK tidak mengambil langkah nyata. Apakah KPK masih akan ada fungsinya apabila untuk hal yang jelas saja tidak punya gigi. Untuk itu, kami beserta gerakan GAIB sepenuhnya mendukung dan mendorong KPK untuk membongkar dan menuntaskan korupsi trilyunan uang rakyat ini secara sebenar-benarnya. Janji Allah SWT Kebenaran mampu membuktikan dirinya.


DESA MERAK
( DEddy mizwar SAurip kadi MEngutamakan RAKyat )

Deddy Mizwar Saurip Kadi
Jenderal Nagabonar Mayjen TNI (Purn)

Tembusan:

1. Ketua Mahkamah Agung
2. Ketua BPK
3. Ketua KOMNAS HAM
4. Komisi Yudisial
5. Lembaga Perlindungan Saksi & Korban
6. Mahkamah Internasional
7. Lembaga HAM PBB
8. Lembaga HAM Internasional
9. CNN
10.CNBC
11. Arsip

0 Responses to “GAIB Gerakan Alam Indonesia Bersih”